Sunday, August 17, 2008

~ 10 MAYAT istimewa

Sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT. Disebutkan didalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur "masing-masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN" dan TIDAK MINUM, TIDAK DUDUK dan TIDAK BERCAKAP. Bertanya orang kepada Rasulullah saw :

"Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari qiamat?"Maka jawabnya Rasulullah saw:

"Umat dikenal kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU'."
Bila qiamat datang maka malaikat datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak dihilangkan. Maka memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu "itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN" mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian" Siratul Mustaqim dan memasuki alam syurga, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hamba Ku.


Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati:-


1. Para Nabi
2. Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama
4. Para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan(mu'azzin)
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.


Didalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah ra sabda Rasulullah saw: Apabila datang hari qiamat dan orang orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah swt memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan:


" Wahai Ridhwan , sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku berpuasa ( ahli puasa ) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng dan buah buahan syurga. "


Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekelian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi. Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang difirman oleh Allah swt di dalam Surah Al-Haqqah bermaksud :

“Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada HARI yang telah LALU itu.". Wallahua'lam

~Yang kita inginkan atau yang kita perlukan?


Fitrah manusia ingin disayangi dan menyayangi, ingin dicintai dan menyintai ,serta ingin dirindui juga merindui. Dari yang si kecil sehinggalah dewasa. Semua menginginkannya. Hatta Nabi Adam a.s sendiri menginginkannya. Walau pun diberi kebijaksanaan mengenal seluruh isi bumi, dianugerahkan segala-galanya namun Nabi Adam a.s tetap terasa sepi dan sunyi. Maka lahirlah Hawa untuknya.


Begitulah juga kita, menginginkan untuk memiliki seseorang yang disayangi dan pada masa yang sama turut dicintai. Inginkan seseorang yang memiliki ciri-ciri yang sempurna juga fitrah manusia. Menginginkan yang cantik, lawa, menarik dan mempesonakan pandangan mata. Pendek kata yang memiliki keindahan, kekayaan, kebijaksanaan, kejayaan. Semuanya menjadi pilihan. Dengan pelbagai usaha digunakan untuk mendapatkannya, hinggalah ada yang sanggup bertumpahan darah seperti Qabil dan Habil, bergadai nyawa seperti Laila dan Majnun, sehidup semati ibarat Romeo dan Juliet. Kerana ingin memiliki kasih sayang dan kononnya demi cinta suci. Akhirnya terkubur jasad ke tanah tanpa pengakhiran yang membahagiakan. Beginikah dikatakan ingin memiliki dan dimiliki.


Apa yang pasti janji cuma tinggal janji.. Agama tidak melarang seseorang menginginkan teman dalam hidupnya. Namun apakah yang kita inginkan adalah yang kita perlukan? Adakah pasti yang diingini akan kita miliki? Seseorang yang kita inginkan belum tentu yang kita perlukan, dan seseorang yang kita perlukan juga belum tentu yang kita inginkan. Jadi, mana yang akan dipilih, yang diinginkan ataukah yang diperlukan? Ikut hati tentulah yang diingini tapi tanya akal pula pastilah yang diperlukan. Alamak, akal dan hati sentiasa berperang dan bermusuhan.


Lantaran itulah Allah s.w.t turunkan Al-Quran sebagai panduan dan sunnah Rasullullah s.a.w sebagai ikutan. Kandungannya banyak memberi petunjuk jalan agar usaha dan keputusan yang kita lalui sentiasa lurus, diredhai dan penuh keberkatan. Malangnya, ramai antara kita belajar dari artis-artis Hollywood, Bollywood dan entah apa entah wood lagi. Novel-novel, majalah-majalah cinta pula sebagai rujukan utama. Maka, lahirlah ‘sektor perkapalan’ haram yang mengemudi bahtera bersama kelasinya. Ke hulu ke hilir membelah lautan biru menuju ke destinasi bahagia, kononnya.


Tapi, yakinkah kita itulah kebahagiaan, itukah yang kita inginkan dan adakah itu yang kita perlukan? Tatkala, ada di antara kita yang tidak menginginkan seseorang itu sebagai teman hidupnya namun ditakdirkan menjadi miliknya. Umpama Nabi Yusuf a.s menolak cinta Siti Zulaikha akhirnya menjadi isteri yang paling disayangi dan dikasihi. Bukan didesak oleh keinginan hati tapi kerana memerlukan insan seperti Siti Zulaikha, menjadi isteri kerana Allah. Kini, kenyataan telah terukir.


Sesuatu yang kita perlukan itulah yang kita inginkan. Maka agama itulah yang kita perlukan bukan selain darinya. Sebagaimana yang tercoret dalam hadis Rasulullah s.a.w pilihlah seseorang itu kerana kecantikannya, hartanya, keturunan dan agamanya. Maka, pilihlah agamanya insya Allah kita akan temui kebahagiaan yang sebenar. wallahua’lam

Friday, August 1, 2008

Nasib Si Jenazah sepi..

Ajaran Islam merupakan ajaran yang lengkap dan sempurna. Tidak semata urusan dunia yang menjadi perhatian ajaran Islam, melainkan kehidupan setelah kematian-pun mendapat perhatian dan penjelasan lengkap. Betapa tidak, ajaran Islam datang dan bersumber dari Allah subhaanahu wa ta’aala Yang Maha Tahu perkara nyata maupun ghaib.

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

”Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hasyr ayat 22)

Di dalam memandang kehidupan, seorang Muslim takkan pernah menjadikan dunia semata sebagai pertimbangan satu-satunya dalam mengambil keputusan dan melangkah. Ia selalu menjadikan faktor akhirat dan kehidupan setelah dunia fana ini sebagai pertimbangan yang bahkan lebih utama. Hal ini pula yang menjadikan jiwanya senantiasa merasa tenteram dan dadanya lapang.

Seorang mu’min yang selalu mengingat kehidupan abadi akhirat akan menjadi manusia yang berwawasan sangat luas dan tidak pernah bersempit dada dalam mengarungi kehidupan dunia yang fana ini. Jika ia meraih keberhasilan dalam hidupnya ia tak pernah menjadi sombong apalagi lupa diri. Ia menjadi manusia yang kian bersyukur dan mendekatkan diri kepada sumber keberhasilan tersebut, yakni Allah subhaanahu wa ta’aala. Dan kenikmatan apapun yang ia terima di dunia tak akan menjadikannya tenggelam dalam euphoria sebab ia tahu bahwa masih ada kenikmatan yang bakal jauh lebih dahsyat dan lebih pantas ia terobsesi untuk mengejarnya, yakni jannah (surga) di akhirat nanti.



Bila ia memperoleh kegagalan atau ditimpa musibah, ia tak pernah menjadi sedih berlebihan apalagi sampai berputus asa. Ia segera bersabar dan memohon kesabaran tersebut kepada sumbernya, yakni Allah subhaanahu wa ta’aala. Dan derita apapun yang dialaminya di dunia takkan pernah membuatnya frustasi sebab ia tahu bahwa masih ada derita yang jauh lebih dahsyat dan hakiki yang sepatutnya ia sungguh-sungguh hindari, yakni naar (api neraka) di akhirat kelak. Seorang muslim sadar sepenuhnya akan misi hidupnya sebagaimana dikatakan oleh sahabat Rib’iy bin Amer radhiyallau ’anhu tatkala berhadapan dengan panglima Rustum dari Persia yang menanyakan apa misi ummat Islam:

ابتعثنا الله لنخرج الناس من ضيق الدنيا إلى سعت الدنيا و الآخرة

“Kami diutus Allah untuk mengeluarkan manusia dari sempitnya dunia kepada lapangnya dunia dan akhirat.”

Maka, dalam konteks da’wah pengetahuan dan keyakinan seorang muslim akan kehidupan sesudah kematian menjadi motivatornya dalam berda’wah. Nasib seorang mu’min di dalam kubur penuh dengan kebahagiaan. Sedangkan nasib seorang kafir penuh siksaan di dalam kuburnya. Bila seseorang sudah tahu akan hal ini maka pastilah ia akan berusaha sekuat tenaga memelihara iman-Islamnya agar ia bahagia di alam kuburnya. Dan ia akan berusaha sekuat tenaga pula menyelamatkan orang non-muslim agar jangan menemui ajal sebelum dirinya bertaubat memeluk agama Islam. Sebab jika ia mati dalam kekafiran tentu ia akan bernasib malang di alam kuburnya. Inilah pendorong utama seorang muslim dalam mengajak orang kafir memeluk agama Allah subhaanahu wa ta’aala, merasakan lezat dan manisnya iman agar ia selamat di alam kuburnya. Perhatikanlah penjelasan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengenai nasib orang beriman dibandingkan nasib orang kafir di alam kuburnya masing-masing.

NASIB JENAZAH MU’MIN

فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ دِينِيَ الْإِسْلَامُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولَانِ لَهُ وَمَا عِلْمُكَ فَيَقُولُ قَرَأْتُ كِتَابَ اللَّهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ فَيُنَادِي مُنَادٍ فِي السَّمَاءِ أَنْ صَدَقَ عَبْدِي فَأَفْرِشُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ قَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ قَالَ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ فَيَقُولُ أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ فَيَقُولُ لَهُ مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ فَيَقُولُ أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ فَيَقُولُ رَبِّ أَقِمْ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي (أحمد)

(Setelah jenazah mu’min dimasukkan ke liang lahat) maka ruhnya dikembalikan ke jasadnya, datanglah dua malaikat mendudukkan jenazah mu’min tersebut lalu bertanya:”Siapa rabbmu?” Dia menjawab:”Rabbku Allah”, lalu:”Apa diin-mu?” Dia jawab:”Diin-ku Islam” Lalu: ”Siapa lelaki yang telah diutus kpd kalian?” Dia jawab:”Dialah utusan Allah (Muhammad) shollallahu ’alaih wa sallam”, lalu:”Apa ilmumu?” Dia jawab:”Aku telah membaca kitab Allah (Al-Qur’an) maka kuimani dan kubenarkan.” Maka terdengar seruan dari langit:”Hambaku telah membenarkan.” Maka dibentangkanlah surga baginya, dipakaikan baju dari surga, dibukakakan pintu menuju ke surga, didatangkan kepadanya aroma surga dan diluaskan makamnya sejauh mata memandang. Datang seseorang berwajah bagus, berpakaian bagus dan beraroma semerbak berkata:”Bergembiralah engkau dengan hari bahagia yang dijanjikan untukmu ini.” Dia bertanya: ”Siapa kamu, sepertinya datang dengan wajah baik.” Iapun menjawab:”Akulah ‘amal sholeh-mu.” Maka jenazah itupun berdoa:”Ya Rabb, segerakanlah datangnya hari kiamat sehingga aku dapat berkumpul kembali dengan keluargaku dan hartaku.” (HR Ahmad)

NASIB JENAZAH KAFIR

فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ
فَافْرِشُوا لَهُ مِنْ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوءُكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ فَيَقُولُ مَنْ أَنْتَ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالشَّرِّ فَيَقُولُ أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ فَيَقُولُ رَبِّ لَا تُقِمْ السَّاعَةَ (أحمد)

(Setelah jenazah kafir dimasukkan ke liang lahat) maka ruhnya dikembalikan ke jasadnya, datanglah dua malaikat mendudukkan jenazah kafir tersebut lalu bertanya:”Siapa rabbmu?” Dia menjawab:”Hah, hah, aku tidak tahu”, lalu:”Apa diin-mu?” Dia jawab:” Hah, hah, aku tidak tahu” Lalu:”Siapa lelaki yang telah diutus kepada kalian?” Dia jawab:” Hah, hah, aku tidak tahu.” Maka terdengar seruan dari langit: ”Dia telah mendustakan.” Maka dibentangkanlah neraka baginya, dibukakakan pintu menuju ke neraka, didatangkan kepadanya panas neraka dan aromanya dan disempitkankan makamnya sehingga hancurlah tulang-belulangnya. Datang seseorang berwajah buruk, berpakaian buruk dan berbau busuk berkata: ”Bergembiralah engkau dengan hari celaka yang dijanjikan utkmu ini.” Dia bertanya: ”Siapa kamu, sepertinya datang dengan wajah buruk.” Iapun menjawab: ”Akulah ‘amal burukmu.” Maka jenazah itupun berdoa: ”Ya Rabb, janganlah datangkan hari kiamat.” (HR Ahmad)

Alhamdulillah kita termasuk orang beriman. InsyaAllah kita bakal mengalami kebaikan di alam kubur kelak seperti digambarkan dalam hadits di atas. Saking bagusnya preview calon tempat tinggal kita di surga sehingga kita bakal sibuk berdoa di alam kubur agar Allah subhaanahu wa ta’aala segerakan datangnya hari Kiamat supaya bisa segera memasuki tempat tinggal penuh kenikmatan tersebut. Namun sebaliknya, orang non-muslim alias kafir, mereka bakal menderita di alam kuburnya. Sedemikian rupa sehingga mereka bakal sibuk berdoa memohon kepada Allah subhaanahu wa ta’aala agar kiamat tidak kunjung tiba sebab mereka sudah diperlihatkan preview calon tempat tinggalnya di neraka. Dan kiamat merupakan satu-satunya pembatas antara dirinya dengan tempat tinggal abadinya kelak di akhirat.

Maka marilah kita giatkan berda’wah kepada mereka orang-orang non-muslim agar mereka bernasib sama baiknya sebagaimana seorang mu’min. Inilah hakikat Islam sebagai rahmatan lil ’aalamiin.



Monday, June 30, 2008

Bisikan rindu....

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Tidak tahu apa yang ingin teman kongsikan petang ini.. Ingin diluah kata hati, Beku! Seakan jammed minda untuk meneliti.. Namun hakikatnya, hati ini tidak putus-putus berbicara sepi. Dalam diam, teman berbicara sendiri. Bermonolog pada yang sudi. Teman yakini.. DIA lebih mengerti.. DIA lebih memahami.. Yang pastinya, hati ini ada rindu.. Hati ini ada kasih..! Teman tanya diri.... Inikah rindu? Sungguhkah ada kasih? Berulang kali..

Teman teliti diri sendiri. Sendu, sayu, sepi, sedih.. Perasaan teman mula berbaur.. Begitulah tiap kali terfikirkan diri sendiri.. Teman tarik nafas.. hembus perlahan..

“Astagfirullah al-adzim. Lahaw la wala quwwata illa billahil ‘aliyul adzim. Usah bersedih wahai hati.. Tiada yang sempurna melainkan Allah swt.. Ujian itu sebagai satu Rahmat untukmu. Bukankah dengan kesusahan dan kepayahan hidup itu menandakan kasih sayang Allah padamu?. Bukankah ujian itu tanda kerinduan Allah untukmu?. Allah rindu untuk mendengar luahanmu.. Berdoalah.. Sesungguhnya DIA Maha Mendengar, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. Senyumlah.. Jadikanlah dirimu setabah siti Hajar, seraja’ Masyitah.. Kelak, jadilah semulia siti Khadijah. Puteri khuwailid. Seorang mujahidah penggerak ummah. Kental di sisi suami yang tercinta.” Teman cuba koreksi diri…

Duhai Allah yang tercinta..
Ku rindukan teman untuk berjuang
sahabat untuk berjihad
kawan suka dan duka
sadiq untuk sama-sama beribadah
rakan untuk sama-sama muhasabah
yang sama-sama muzakarah
sama-sama bekerja demi Islam mulia
sama-sama berkorban deminya
saling pesan memesan dengan kebenaran dan kesabaran

Ya Allah.. ubatilah rinduku ini”

Seakan ada sedikit kekuatan.. terasa lega. Alhamdulillah, teman panjatkan syukur. Sesungguhnya kekuatan itu dariNYA. Sedikitpun tiada daya teman melainkan Allah swt. :)


Gombak,
29hb june 2008 / 25 Jamadil akhir 1429
18.00





Friday, May 23, 2008

~ Antara Impian dan Kenyataan

Ketika lepas bebas di alam remaja
Impianku tidak mengenal batasan..
Aku ingin MENGUBAH DUNIA.

Bila usia meningkat dewasa
Dan aku semakin matang
Kusedari…
Rupanya dunia tidak akan berubah
Lalu aku bataskan jangkauan..
Memadailah jika..
Aku dapat MENGUBAH NEGARA
Namun ini juga tidak kesampaian.

Di usia senja..
Pilihan terakhirku
Untuk MENGUBAH KELUARGA
Dan mereka yang terdekat
Malangnya…
Mereka juga tidak mampu ku ubah.

Kini…
Di perbaringan menanti maut
Baru ku sedari..
(Mungkin buat kali pertama)
Andainya dahulu yang pertama ku ubah..
Adalah DIRI SENDIRI..
Dengan menunjukkan teladan yang baik
Pasti aku dapat MENGUBAH KELUARGA.

Lantas…
Dengan sokongan..
Dan dorongan semangat mereka
Aku pasti mampu MENGUBAH NEGARA.
Dan siapa tahu…

Mungkin juga…
AKU MAMPU MENGUBAH DUNIA!

Jun 13, 2007 oleh Mukhtar suhaili

Tuesday, May 13, 2008

~ Himpunan Kasih

~ sEmogA Di peRmUDahkAN Nya~

~Di SINi KasihKu Kan Ku JejaKI DeNGan izInNya~


Selain berniat menunaikan haji dan umrah, berniatlah juga untuk menziarahi Rasulullah s.a.w.
Sabda Rasul s.a.w. yang bermaksud, “Barangsiapa yang menziarahiku di mana tidak penting baginya selain ziarah untukku, maka Allah pasti menjadikanku sebagai pemberi syafaat baginya di hari kiamat.” (HR At Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir dan Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawa’id)

Esok saya temui para kekasih... Muhammad s.a.w. dan para Sahabat! (pg115)
Tidakkah anda merindukan Nabi? Saya tidak ingin mengusik suasana indah kerinduan anda, namun saya akan beralih ke rasa rindu para Sahabat terhadap Rasulullah s.a.w. agar perasaan anda semakin bertambah mendalam.

Lihatlah Bilal bin Rabah r.a. ketika beliau berada di ambang kematian. Isteri beliau menangis, dan mengatakan, “Sungguh ini sebuah bencana!” Bilal r.a. segera mengatakan, “Janganlah katakan ini adalah musibah... tetapi katakan , ‘Alangkah bahagianya kami...! Sebab esok saya akan bertemu dengan para kekasih’!”

Tidakkah ketika di dalam kapal terbang anda kemudian mengatakan, “Sebentar lagi, saya akan bertemu dengan para kekasih! Saya akan bertemu dengan Rasulullah s.a.w.!”

Semoga Allah membalasmu..

Salah seorang sahabat yang tinggal di Madinah, ibunya tinggal di sebuah suku di luar Madinah. Suatu hari, ibunya jatuh sakit. Sahabat ini ingin mengunjunginya. Ia pun keluar pagi – pagi dari rumahnya untuk berangkat, tetapi kemudian kembali lagi ke rumah. Isterinya pun menanyakan, “Apakah kamu telah mengunjungi ibu?” Ia menjawab, “Tidak, saya akan mengunjungi beliau esok.”

Hari kedua tejadi lagi hal yang sama. Ketika isterinya menanyakan mengapa, ia menjawab, “Aku takut jika saat meninggalkan Madinah, ruhku dicabut, dan aku pun meninggal jauh dari Rasulullah s.a.w.!”

Mampukah anda bayangkan, betapa besarnya rasa cinta yang dimiliki para sahabat terhadap Rasulullah s.a.w.?! Apa yang akan anda ketika anda berada di hadapan Rasulullah s.a.w.? Saya takut mengatakannya! Saya khuatir hati anda belum juga belajar bagaimana mencintai Rasulullah s.a.w. Tidakkah anda berkeinginan kuat untuk menunaikan umrah? Tidakkah anda berkeinginan kuat untuk menemui Rasulullah s.a.w.? Janganlah sampai anda termasuk dalam orang – orang yang lemah rasa cintanya kepada Rasulullah s.a.w.

Jangan sampai ketika berada ‘dihadapan’ baginda, perasaan dan kepekaan anda masih saja dingin.

Saya rasa anda cukup baik, kerana hati anda telah terpenuhi oleh keimanan, dan rasa cinta yang mendalam kepada Allah dan Rasul – Nya.

Anda sekarang berada di depan rumah Rasulullah s.a.w. Ambil jarak sekadarnya antara anda dengan Rasulullah s.a.w. dan rasakan “keberadaan” baginda. Baginda “mengucapkan salam” kepada anda. Berdirilah dengan penuh adab dan kerendahan hati. Tanyalah kepada diri anda, apakah Nabi s.a.w. senang dengan anda atau tidak?.... bertanyalah... Apakah anda betul – betul menjaga sunnah – sunnah beliau atau tidak....?
Apakah anda betul – betul mencintai beliau...? Saya khuatir jawapannya adalah....

Rindu Kami Padamu, Ya Rasul

Sekarang mari kita semak segala rasa yang tulus berikut, yang akan membakar hati dan menguasainya. Inilah kata – kata yang diucapkan oleh ahli ibadah yang bukan sahabat dan bukan juga tabiin. Tapi ini bukanlah sekadar kata – kata, melainkan perasaan tulus yang muncul dari hati yang tulus dalam bentuk kata – kata. Saya yakin insyaAllah, selepas menunaikan umrah, anda pun akan memiliki perasaan yang sama seperti mereka.

Sedia maklum, keadaan ketika ibadah haji amtlah sesak dan padat. Berjalan melewati rumah Rasulullah s.a.w. adalah hal yang amat sukar. Agar boleh ke sana, anda harus melalui laluan sempit dengan berjalan perlahan – lahan. Kebanyakan pintu masuknya ditutup, dan anda harus datang dari pintu yang jauh untuk sampai ke rumah Rasulullah s.a.w.

Suatu waktu saya pernah mengerjakan haji. Saat itu temptanya amat sesak dan padat. Dibelakang saya, ada seorang lelaki yang saya dengar berulang – ulang mengatakan,.... “Saya betul – betul merindukan anda, ya Rasulullah!” Dia terus mengulanginya tanpa rasa bosan.

Demi Allah, ini adalah kata – kata yang mampu menggoncangkan hati.

Maaf Rasul, saya tertidur...!

Masjid Nabawi ditutup pada jam sembilan malam, sementara ketibaan pesawat adalah pada waktu yang lebih lewat dari itu. Suatu ketika penerbangan dari Mesir tiba di Madinah jam sepuluh malam. Ada seorang lelaki yang turun dengan pakaian paling menawan serta wewangian yang paling bagus.

Kami bertanya kepadanya, “Apa yang akan anda lakukan?”. Dia menjawab, “Saya akan mengunjungi Rasulullah s.a.w.” kami katakan, “Pintu masjid sudah tutup sejak jam sembilan malam.” Dia bertanya kembali, “Jadi kenapa?” Kami katakan, “Tidur dan beristirehatlah sejenak, atau anda pergi ke pasar untuk membeli beberapa keperluan anda, dan besok InsyaAllah kita akan mengunjungi Rasulullah s.a.w.”

Dia membalas, “Tidak! Saya tidak boleh menemui seseorang atau melakukan apapun sebelum mengunjungi Rasulullah s.a.w.!” Kami kembali mengatakan, “Tidur dan istirehatlah dahulu sampai pagi...” Selanjutnya dia berkata, “Saya tak mahu! Saya akan terus membaca al – Quran sampai pintu masjid dibuka, dan saya akan memberi salam kepada Rasulullah s.a.w.”

Waktu itu, masjid dibuka pada pukul dua setengah pagi. Sangat menakjubkan. Lelaki itu ternyata tertidur, dan bangu pada jam empat pagi. Dia segera bangun dan menangis seraya berkata, “Apa yang harus saya katakan kepada Rasulullah s.a.w.? Ya Rasulullah, saya terlambat menemui anda dua jam, kerana saya tertidur!”

Bolehkah anda bayangkan betapa dalamnya keterikatan lelaki tersebut dan kerinduanya untuk bertemu dengan Rasulullah s.a.w.?!

(dipetik daripada Ibadah Sepenuh Hati;Amru Khalid, dalam bab Haji)

- Di dalam buku Ibadah Sepenuh Hati tulisan Amru Khalid ini mengandungi bab – bab yang menyentuh berkaitan Solat, Haji, Doa, Zikir dan Al – Quran. Secara kasarnya, buku ini adalah himpunan syarahan Amru Khalid di Masjid Asy – Syaikh Mahmud Khalil Al – Khushari, Kairo. Setakat ini tiada lagi terjemahan di dalam bahasa Melayu, namun pembaca boleh mendapatkan buku versi Arabnya yang bertajuk ‘Ibadatul Mukmin dan juga dalam versi Bahasa Indonesia yang bertajuk Ibadah Sepenuh Hati.-

Tuesday, May 6, 2008

SEMBILAN BELAS HADITH RASULULLAH S.A.W MENGENAI WANITA



1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah s.a.w. akan hal tersebut, jawab Baginda s.a.w., "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia".

2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t.

4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah s.w.t. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah s.w.t.

7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t., akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah). Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.

9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).

10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.

11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.

12. Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah s.a.w., "Suaminya". "Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah s.a.w, "Ibunya".

13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.

15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.

17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.

18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.

19. Daripada Aisyah r.a. "Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...